Sun Sep 05, 2010
HIGH LIGHTS
MENSTRUASI

LAYANAN KONSUMEN
 
Nulife Anugerah Mandiri

Telp.
Sms
Email
:
:
:
021 65307012
0818 670100
info@femona.com
CS 1 :
CS 2 :
CS 3 :
Hit Counter:
Terimakasih atas kunjungan anda
Untitled Document

FEMONA SEBAGAI ADAPTOGEN

Dikenal oleh banyak orang sebagai ”Ginseng Peru”, Lepidium Peruvianum Chacon telah dianggap sebagai suatu adaptogen, yang artinya adalah suatu senyawa (makanan atau herbal bernutrisi), yang membawa tubuh pada suatu keadaan yang lebih tinggi terhadap resistensi pada penyakit melalui kesehatan emosional dan fisiologis. Suatu herbal/tanaman dapat disebut sebagai adaptogen bila : meningkatkan resisten non spesifik pada penyakit, mampu menormalkan fungsi pada tubuh walau dalam keadaan sakit, non toksik dan tidak berbahaya bagi organ tubuh serta aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang sebagai zat bergizi (untuk pencegahan).
Dr. Hans Selye, yang menciptakan istilah ”Adaptations Energy,” menyatakan bahwa stress banyak menghabiskan energi, kondisi ‘kehabisan’ ini menjadi faktor pembatas yang dalam bagi performa dan akan resisten terhadap penyakit. Selye mendefinisikan stres dan efek negatifnya pada kesehatan kita dan menformulasikan General Adaptive Syndrome (Gejala Adaptasi Umum). Dia dianugerahi penghargaan Nobel untuk hasil kerjanya yang penting dan revolusioner itu.
Suatu bidang studi baru yang disebut psikoneuroimunologi mempelajari hubungan yang dimiliki stres dengan sistem imun/kekebalan. Sistem imun adalah sistem pertahanan tubuh kita melawan sakit dan penyakit atau berbagai jenis ketidakseimbangan. Dia bekerja dekat dengan sistem endokrin dan hipotalamus, yang berada di atas batang otak.
Suatu adaptogen (seperti Lepidium Peruvianum Chacon) dapat membantu menyeimbangkan, memperkuat dan mendukung bagian-bagian tubuh di bawah kompromi karena stres. Karena sensitif alami dari perawatan suatu keseimbangan hormon-hormon seks (yang diatur oleh hipotalamus), beberapa stres (fisik atau emosional) dapat berefek terkait kepada hormon-hormon itu. Stres dikenal memiliki efek negatif pada seks ; libido, frigiditas, fertilitas, jumlah sperma dan mobolitas, gejala-gejala menopause, andropause (menopause pada pria), PMS, dll. (Steiner, Legros, Negro-Vilar, Herrenkohl).
Adaptogen-adaptogen mensupport dan membantu memulihkan kelenjar adrenalin (dikenal sebagai kelenjar stres) menjadi normal. Adaptogen membantu memulihkan keseimbangan hormon dan oleh karena itu, energi, stamina, libido, fungsi seksual, fungsi imun, kejernihan/kesehatan mental, suatu perasaan sehat dan efek-efek negatif lainnya yang merupakan akibat stres pada tubuh.
Disarikan dari : Maca, Adaptogen and Hormonal Regulator, Beth M Ley, Ph.D.

FEMONA dengan fungsi Adaptogenya akan bekerja mengembalikan keseimbangan hormon selaras dengan ritme dan kebutuhan tubuh sesuai dengan usia, jenis kelamin dan kondisi individu yang mengkonsumsinya.

BACK >

  TESTIMONI
12 Tahun Tidak Haid,
Berkat Femona
Kembali Haid
“Selama 5 tahun sejak anak kedua lahir, saya ikut KB suntik dan jadi tidak haid. Karena ingin punya anak lagi, saya berhenti KB. Namun saya tetap tidak dapat haid lagi hingga 7 tahun lamanya. Jadi,total 12 tahun saya tidak haid...
  

  read more
Femona Gathering 2009.
Rumah Makan Bumbu Desa - Jakarta. Sabtu, 21 November 2009.
Cerahnya cuaca siang itu menambah
semarak event Femona Gathering 2009...
read more
  | Dapatka FEMONA di apotek & toko obat terdekat |

home
 |  femona  |  testimoni  |  forum  |  contact  |  faq  |  news
Copyright © 2009 Creative Design PT. Setia Kawan Abadi - Divisi SKA Nutraceutical. All Rights Reserved