Sun Sep 05, 2010
HIGH LIGHTS
MENSTRUASI

LAYANAN KONSUMEN
 
Nulife Anugerah Mandiri

Telp.
Sms
Email
:
:
:
021 65307012
0818 670100
info@femona.com
CS 1 :
CS 2 :
CS 3 :
Hit Counter:
Terimakasih atas kunjungan anda
Untitled Document

Lepidium Peruvianum Chacon adalah herbal sejenis umbi-umbian yang tumbuh di pegunungan Andes Peru pada ketinggian hingga 14500 kaki di atas permukaan laut, berada di bawah puncak salju glacial (Rea). Daerah tempat spesies khusus Lepidium Peruvianum Chacon ini ditemukan, adalah suatu wilayah dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrim: seperti sering diterpa badai/angin kencang, dingin/beku di malam hari dan panas terik di siang hari. Tidak ada tanaman makanan lain di muka bumi ini yang dapat tumbuh dan berkembang biak pada kondisi yang seekstrim itu. Para herbalis yakin bahwa tanaman yang resisten dan kuat seperti Lepidium Peruvianum Chacon ini pasti memiliki khasiat medis yang sangat tinggi.

Lepidium Peruvianum Chacon, selain telah terbukti memiliki kandungan gizi tinggi dalam jumlah yang signifikan juga mengandung zat-zat aktif alami (alkaloid) yang telah teruji secara klinis maupun empiris memiliki peran besar dalam menyeimbangkan hormon tubuh.

STUDI  KLINIS  TENTANG  PERAN LEPIDIUM PERUVIANUM CHACON DALAM MENYEIMBANGKAN HORMON
Ilmuwan yang berperan banyak pada pengetahuan terkini tentang
Lepidium Peruvianum Chacon adalah Dr. Gloria Chacon, seorang ahli biologi pada Universitas San Marcos di Lima, Peru. Dr. Chacon menyatakan bahwa "Lepidium Peruvianum Chacon bekerja dengan cara yang berbeda secara fundamental dengan Terapi sulih Hormon (TSH), yaitu memicu fungsi optimal dari hipotalamus dan pituitari, dengan demikian meningkatkan fungsi dari keseluruhan kinerja kelenjar endokrin dalam memproduksi hormon tubuh. Dibanding TSH, dewasa ini jutaan wanita lebih percaya kepada suatu obat herbal yang telah digunakan selama lebih dari 2000 tahun, yang telah terbukti aman dan sangat efektif: suatu herbal cruciferous dari Peru yang bernama Lepidium Peruvianum Cachon”.
Melalui beberapa penelitian, Dr. Chacon menemukan kandungan Lepidium Peruvianum Chacon dapat merangsang sistem endokrin, ini membuatnya berkesimpulan bahwa komponen herbal ini bekerja pada kelenjar hipotalamus-pituitari. Ini juga menjelaskan mengapa efeknya pada manusia tidak terbatas pada ovarium dan testis, tetapi juga bekerja pada adrenalin, memberikan suatu perasaan vit dan energi yang besar, juga sebaik kinerjanya pada pankreas dan tiroid
(Dr. Chacon de Popovici, Ph.D., disadur dari majalah Nature & Health).
Ketertarikkan yang lebih besar pada Lepidium Peruvianum Chacon adalah pada kemampuannya untuk menghasilkan stabilitas hormon. Luar biasanya, konsumsi dari herbal ini telah menunjukkan dapat mencegah penyakit yang berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon seperti gejala-gejala menopause, PMS, dan lain sebagainya
(Dr. Mark Millar, Ph.D, Profesor Fakultas Kedokteran Ilmu Pediatrik dan Kardiovaskular di Albano, disarikan dari Terbitan Januari/Pebruari 2000 Neutraceutical World).
Lepidium Peruvianum Chacon bukan hormon dan tidak mengandung hormon, cara kerjanya dalam tubuh adalah dengan merangsang poros hipotalamus - pituitari untuk secara alami memproduksi hormon-hormon prekusor, yang akhirnya menyeimbangkan kadar estrogen, progesteron dan testosteron, juga membantu untuk menyeimbangkan kelenjar adrenalin, tiroid, pankreas dan lain-lain.

KANDUNGAN LEPIDIUM PERUVIANUM CHACON
Lepidium Peruvianum Chacon memiliki suatu nilai nutrisi tinggi yang tersedia dalam bentuk nutrisi makro maupun mikro, termasuk 31 trace mineral yang berbeda, untuk mendukung struktur dan fungsi sel dalam tubuh. Lepidium Peruvianum Chacon dapat mengoptimalkan fungsi tubuh melalui optimalisasi dan penyeimbangan fungsi sel dalam tubuh
(Dr. Gloria Chacon de Popovici, Ahli Biologi, Mayor de San Marcos National University, Lima, Peru).
Kandungan nutrisi Lepidium Peruvianum Chacon mencakup: karbohidrat, protein, serat, dan lemak dengan kandungan unsur-unsur fitokimia meliputi: asam amino (19 jenis, termasuk asam amino esensial), vitamin (B1, B2, B12, C, E), mineral (K,Ca, P, S, Mg, Fe, Na, Cl, Si, I, Zn, Mn, Al, Sn, Cu dan lain-lain), alkaloida (yang meliputi macaina 1, 2, 3, dan 4 (Chacon), macamides dan macaenes),
asam lemak, sterol,  glukosinolat, steroid triterpena, steroid type saponin, senyawa fenolat, dan flavonoid.
Bahan aktif Lepidium Peruvianum Chacon bukan fitohormon, bukan pula hormon atau senyawa-senyawa mirip hormon lainnya, melainkan berupa alkaloid yang terdapat pada tunbuhan. Alkaloida alami (macaina 1, 2, 3, dan 4 (Chacon) macamides dan macaenes) dalam Lepidium Peruvianum Chacon bekerja seperti hubungan hipotalamus – ptuitari, memicu fungsi optimal hipotalamus dan pituitari yang selanjutnya akan meningkatkan fungsi keseluruhan kinerja kelenjar endokrin dalam memproduksi hormon tepat sesuai kebutuhan tubuh. Inilah sebabnya mengapa Lepidium Peruvianum Chacon memiliki peran besar dalam menyeimbangkan hormon tubuh

BACK >


  TESTIMONI
12 Tahun Tidak Haid,
Berkat Femona
Kembali Haid
“Selama 5 tahun sejak anak kedua lahir, saya ikut KB suntik dan jadi tidak haid. Karena ingin punya anak lagi, saya berhenti KB. Namun saya tetap tidak dapat haid lagi hingga 7 tahun lamanya. Jadi,total 12 tahun saya tidak haid...
  

  read more
Femona Gathering 2009.
Rumah Makan Bumbu Desa - Jakarta. Sabtu, 21 November 2009.
Cerahnya cuaca siang itu menambah
semarak event Femona Gathering 2009...
read more
  | Dapatka FEMONA di apotek & toko obat terdekat |

home
 |  femona  |  testimoni  |  forum  |  contact  |  faq  |  news
Copyright © 2009 Creative Design PT. Setia Kawan Abadi - Divisi SKA Nutraceutical. All Rights Reserved